Saya dahulu kala punya statement tidak ada korelasi antara ibadah dengan rezeki karena orang yang bermaksiat saja sudah bisa dapet rezeki tapi saya mengerti sekarang tentang apa fungsi dari ibadah jika dilakukan dengan benar maka yang terjadi bukan hanya mendatangkan ketenangan tetapi juga rezeki yang lainnya semisal kesehatan, kelancaran pekerjaan dan lainnya
Lalu jika orang yang tidak ibadah? sama, tetap akan diberi rezeki dalam artian frekuensi yang minus disisi kebaikan berarti positif disisi kejahatan begitupun sebaliknya, positif di frekuensi kebaikan minus di kejahatan, maksudnya gimana tuh? kita menilai orang lain buruk maka frekuensi kita turun dan berpindah ke orang yang dibicarakan itu, sekarang posisinya frekuensi plus di orang tersebut, itu contoh yang mudahnya saja biar lebih mudah dipahami
Tergantung kita memilih yang mana, dalam artian diantara beberapa kebaikan atau keburukan memang bisa menghantarkan rezeki selama frekuensinya diatas alias tepat, lebih tepatnya kalau baik ya baik sekali, kalau mau jahat ya jahat sekali, ini lebih tepatnya, tampak kontroversial tapi kehidupan kita frekuensinya naik turun, karena memang kondisi apa yang kita pikirkan belum sampai di titik stabil frekuensi terbaik dalam mencari rezeki, ya mungkin itu aja dulu nanti kalau ada pembahasan lain seputar ini akan saya bahas