Friday, June 20, 2025

Mengapa Pakai HTTP tanpa HTTPS

Jika anda melihat serangkaian situs ini maka apabila pengguna internet tingkat lanjut sudah mengerti ada sesuatu yang salah mengapa tidak ada HTTPS di situs web ini sekalipun jika di address bar menggunakan HTTPS diketik manual maka tetap saja akan rollback ke HTTP lalu mengapa hal ini diterapkan oleh saya?

HTTP menjaga agar perangkat lama tetap bisa akses situs web saya, semisal ponsel Android versi frozen yoghurt dan gingerbread yang mungkin hanya mendukung SSL/TLS 1.0 saja maka bisa akses, begitupun ponsel Blackberry OS 5 - 10 dan komputer lawas sehingga pada akhirnya situs web saya yang menjadi lebih unggul dibanding dengan mereka yang pakai HTTPS

Walau sebenarnya HTTPS itu bagus namun bukan jaminan mutu, perangkat lawas akan sulit dan mau tidak mau mereka harus upgrade perangkat sedangkan apabila perangkatnya masih bagus sekalipun jaringannya 2G gak jadi masalah juga, jadi saya menghargai kompatibilitas perangkat lama secara universal tanpa kecuali

Thursday, June 19, 2025

Alasan 4G rasa 3G begitupun 5G rasa 4G

5G rasa 4G dan 4G pun serasa 3G, jika saya melihat untuk operator yang ada di indonesia untuk 5G masih menggunakan infrastruktur NSA atau Non Stand Alone yang dimana 5G ini adalah 4G yang diperbanyak dengan antena MIMO sehingga bukan 5G tipe Stand Alone yang berdiri sendiri sehingga kecepatannya hampir sama dengan 4G, begitupun sebaliknya 4G pun bisa kencang kalau ponsel mendukung dual CA alias dual carrier aggregation semisal disatu tempat ada Band 1800MHz dan Band 2300MHz berjalan bersamaan dan ponsel mendukung itu untuk digabung maka kecepatan bisa lebih kencang yang mana umumnya jika tidak support maka akan memilih salah satu saja apakah 1800MHz atau 2300MHz

Untuk kecepatan sebenarnya tidak jadi masalah, yang bermasalah adalah sinyal, 4G dan 5G ini tidak memiliki sinyal sebaik 3G walau kenyataannya frekuensi 3G dipakai namun karena semua spektrum dipakai maka jadi berantakkan 900MHz, 1800MHz, 2100MHz dan 2300MHz dipakai semua oleh 4G sehingga ponsel tidak memiliki standar memilih yang mana, ada yang sinyal bagus tapi jalan internetnya terlampau lambat ada yang sinyalnya lemah tapi kencang namun boros baterai dan sering loncat antar frekuensi bikin 4G bermasalah

Jadi 3G sudah paling ideal kalau menurut saya tidak perlu ada 4G untuk seluler karena sebagaimana postingan sebelumnya bahwa belum ada server internet yang tidak bottleneck, 21Mbps per pengguna saja jika bisa diterapkan sudah sangat bagus ketimbang 4G yang katanya bisa 100Mbps namun realita lapangannya cuma berkisar antara 10-30Mbps saja jadi sama saja rasa 3G

Wednesday, June 18, 2025

1Gbps Untuk Apa?

1Gbps, ya benar 1 giga bit per detik atau 125 Mega Byte per detik, kecepatan semacam ini biasanya tampak sempurna untuk di komputer atau internet pada umumnya namun walau cepat tetap ada sesuatu yang menjadi batas yang pertama adalah bottle neck, apakah bisa server tujuan melaju sama cepatnya dengan koneksi internet kita, pada umumnya server hanya berkisar antara 1-5 Mega Byte per detik itu sekelas Google dan Microsoft jika saya perhatikan dan untuk situs lainnya belum ada yang bisa melaju lebih dari itu

Maksudnya gimana? Semisal kita download file 100MB maka jika asumsi server dapat mengupload dengan kecepatan 5MBps maka itulah yang kita download setara kecepatannya yaitu 5MBps jadi kurang lebih memakan waktu 20 detik untuk 100MB, seharusnya bagaimana? harusnya apabila kecepatan 125MBps maka download 100MB harusnya kurang dari 1 detik sudah selesai namun realita di lapangan tidak seperti itu

1Gbps lebih kearah bandwidth yang mapan, semua tergantung servernya apakah bisa mengunggah secepat internet kita atau tidak, kecepatan internet rumah 10Mbps sudah sangat minim dan lambat juga kurang mapan, 50 - 100Mbps sudah cukup alias 6.25MBps atau 12.5MBps cocok untuk dipakai 3-5 orang dirumah, kalau 10Mbps cocoknya hanya dipakai 1 orang saja dan apabila mendapatkan internet dengan kecepatan untuk download atau upload dibawah 1MBps sudah cukup lama dan kacau apabila filenya besar

Tuesday, June 17, 2025

Open Source Tapi Kok Bayar?

Jika kita menilik atau melihat aplikasi semacam threema yang berbayar atau OS linux semacam redhat berbayar, coba kita sama-sama telusuri apakah etis open source tapi bayar? Jika selama ini open source itu basisnya donasi namun saya mengerti bahwa jika semua adalah pengguna tanpa ada yang donasi maka pengembangan proyek open source akan terhenti dan ini yang sering saya amati karena minim donasi maka pengembangannya itu-itu saja karena tetap saja butuh biaya dalam membuat sesuatu yang gratisan ini

Saya sebenarnya bukan tipe fanatik open source berbayar ini namun dari segi etis masih lebih etis dari closed source berbayar karena closed source maka tidak ada transparansi yang mengakibatkan sesuatu itu tersembunyi, apalagi closed source gratisan macam whatsapp akan lebih tidak etis lagi kalau kita semua mau berfikir ke arah sana

Anda pakai android? android itu bayar, kok bisa? ya, walaupun mungkin cuma 1 dollar alias Rp15.000-an untuk kurs saat ini dengan harga yang sudah include dengan handphonenya, jadi gak gratis kecuali AOSP yang tersedia atau disediakan secara sengaja oleh google, jadi dengan kata lain bahwa open source sudah bisa dijadikan bisnis tidak lagi terpaku pada donasi

Monday, June 16, 2025

Threema Tidak WhatsApp

Threema? Emaknya siapa itu? yang jelas dia bukan emak-emak akan tetapi ini adalah aplikasi perpesanan berbayar, saya sudah pakai baik di iOS maupun Android dan tampak baik saja jika dulu telkom atau telkomsel tidak bisa akses threema namun sekarang bisa lalu kenapa saya tidak ingin pakai whatsapp sebenarnya jika tidak terpaksa maka alasannya akan saya jelaskan setelah yang satu ini

Ceritanya iklan dulu nih, saya gak diendorse sama threema, walaupun sebenarnya masih banyak diluar sana semacam signal namun dia pakai nomor hp sama seperti telegram, jadi threema lebih masuk diakal untuk dipakai karena berbayar maka tidak ada spam, berbayar maka tidak jual data dan dibandingkan dengan whatsapp maka jauh beda model bisnisnya yaitu data pengguna dijual

WhatsApp memang simpel, tapi nomor hp itu compromise jika bocor dan tidak punya kendali banyak semisal memblokir panggilan atau orang tidak dikenal seperti halnya threema, threema itu aplikasi dari swiss memang tidak umum dipakai di indonesia namun lebih kepada pemerintahan dan bisnis serta institusi pendidikan yang pakai, untuk personal jarang